media ini tahap pendaptaran dewan pers

(sibForm) #title=(Follow by Email) #caption=(Get Notified About Next Update Direct to Your inbox)

https://be075e8d.sibforms.com/serve/MUIEAM0UKoN8OYM0JwbWNEffDqBgBgDKuJOt8MUT4xRoZt3QnGcSULt4SVKnDSJl30T7PZ-eKk4PXiHDyV3BU0fJr73eLdUGXhTLY5oavcO0I0DDaUlnd-XplEBhe9k1b5XDK9wJAH9gvy-GA7URRf3g5eyiogd8rwaB4u3ZnL-pD73DxW7tElpKRwOK3unn0IDnjxF4QWXAhNjJ

Pixy Newspaper 11 (Header)

Author Profile

Contact form

Nama

Email *

Pesan *

Newsletter

Get notifications from this blog

Footer Copyright

Distributed by Free Blogger Templates

Made with Love by

Made with Love by
Pixy Newspaper 11 Template is Designed Theme for Giving Enhanced look Various Features are available Which is designed in User friendly to handle by Piki Developers. Simple and elegant themes for making it more comfortable

Random Posts

Ads Section

Featured Section

Breaking Ticker





Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu menggelar rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan Gubernur Bengkulu atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024 pada Senin (2/10).


Rapat paripurna yang sebelumnya Penyampaian Nota Pengantar Gubernur mengenai Raperda Usul Gubernur Bengkulu tentang Penanaman Modal dan Perizinan.


Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Samsu Amanah ini dihadirin Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Pejabat (PJ) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi.


Adapun pandangan umum dari Fraksi Amanat dan Keadilan yang disampaikan oleh Dempo Xler dari Partai Amanat Nasional (PAN), menyoroti perlunya rasa optimisme dari pemerintah dalam menyusun anggaran daerah. Ia menekankan pentingnya meningkatkan target APBD hingga mencapai angka 3-4 triliun.


"Dengan kita menetapkan angka tersebut, pemerintah dapat memotivasi diri untuk bekerja keras mencapainya," ungkap Dempo.


Selain itu Dempo Xler juga menyoroti potensi peningkatan APBD di 2024 dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu, yang mengalami penambahan khususnya dari sektor dana bagi hasil (DBH) sawit dan insentif karbon. 


"Kita selaku wakil Masyarakat mengingatkan bahwa tahun mendatang merupakan tahun penentuan bagi pemerintahan saat ini Rohidin dan Rosjonsya. Dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai indikator Penilaian kinerja mereka, bukan dengan pencitraan," ungkap Dempo.


Di sisi lain, Arsop Dewana dari Fraksi Partai Hanura (PNI) menekankan pentingnya pembahasan lebih lanjut terkait RAPBD 2024. Karena menurut Arsop ketergantungan dana transfer dari pemerintah pusat yang sangat besar.

 "Hal ini dapat berdampak signifikan pada keuangan daerah. Oleh karena itu, kita meminta penjelasan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait formulasi yang baik untuk mengimbangi ketergantungan tersebut dengan peningkatan pendapatan asli daerah," 

ungkap Arsop.


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 Comments:

Posting Komentar